WELCOME TO 2016

WELCOME TO 2016
WELCOME TO 2016,EVERY BODY NEW,AND MORE GOOD

Selasa, 27 November 2012

MANFAAT KEMBANG SUWEG

MANFAAT KEMBANG SUWEG


Suweg (Bunga Bangkai)
Suweg (Bunga Bangkai)
Suweg adalah tanaman anggota marga Amorphophallus yang dekat dengan Amorphophallus titanum atau bunga bangkai.  Ini pengalaman pertama kali saya bertemu dengan tanaman suweg ini, tanaman ini sangat unik menurut saya pribadi soalnya banyak lalatnya.  Bunga tanaman ini mengeluarkan aroma tidak sedap dan dapat mengusik ketenangan orang, biasanya pada waktu malam hari ini menurut pengalaman pribadi saya sewaktu di Kulon Progo, Jogjakarta.

Morfologi
Suweg merupakan tumbuhan herba dan menahun, batangnya berbentuk tegak, lunak, halus berwarna hijau atau hitam belang-belang putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil berwarna cokelat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan suweg. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah.

Suweg (Bunga Bangkai)
Suweg (Bunga Bangkai)
Penyebaran
Suweg awalnya ditemukan di daerah tropis dari Afrika sampai ke pulau-pulau Pasifik, kemudian menyebar ke daerah beriklim sedang seperti Cina dan Jepang. Jenis A. muelleri Blume, awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman India, menyebar ke arah timur melalui Myanmar masuk ke Thailand dan ke Indonesia. Tanaman ini tumbuh dimana saja seperti di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepi-tepi sungai, di semak belukar dan di tempat-tempat di bawah naungan yang beranekaragam. Untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50-60%  Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu antara 25-350C, sedangkan curah hujannya antara 300-500 mm per bulan selama periode pertumbuhan. Pada suhu di atas 35o C daun tanaman akan terbakar, sedangkan pada suhu rendah menyebabkan suweg mengalami dormansi. Tumbuhnya bersifat tersebar di hutan-hutan atau di pekarangan-pekarangan, dan belum banyak dibudidayakan. Suweg dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu pada kondisi liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya unsur hara, di samping itu juga memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah 6 – 7,5. Tanaman obat ini mudah ditemukan di pulau Jawa dengan habitat semak-semak yang tumbuh dalam siklus tahunan dan dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.
Manfaat
Manfaat suweg sangat banyak sekali terutama untuk industri dan kesehatan, karena kandungan zat glucomanan yang ada di dalamnya. Suweg merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi. Umbinya besar mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern. Sayangnya umbi ini semakin tidak diminati dan bahkan mulai langka. Padahal suweg sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Suweg dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mi, tahu, kosmetik dan roti. Tepung suweg dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik. Suweg sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis. Di Filipina umbi suweg sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat suweg telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan.
Kandungan gizi
Adapun kandungan gizi dari 100 gram suweg adalah :
  • 69 Kalori
  • Protein 1,0 gr
  • Lemak 0,1 gr
  • Karbohidrat 15,7 gr
  • Kalsium 62 mg
  • Fosfor 41 mg
  • Besi 4,2 mg
  • Vitamin B1 0,07 mg
  • Air 82 gr
  • Bagian yang dapat Dimakan 86 %
Budidaya suweg
Tunas yang terdapat di sekeliling buah suweg harus dipilih untuk ditanam. Setelah tunas terpilih, tanam tunas tersebut dalam lubang ± 15 cm. Suweg bisa tumbuh baik di tempat tempat yang lembab dan terlindung dari sinar matahari. Tanaman ini membutuhkan suhu rata-rata harian 25 – 35 ° C. Curah hujan rata-rata tahunan yang dibutuhkan antara 100 mm-1500 mm. Untuk hasil yang baik, tanaman suweg menghendaki tanah yang subur serta tidak becek , selain itu derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 – 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja. Naungan yang ideal untuk tanaman suweg adalah jenis Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain yang dapat menaungi serta terhindar dari kebakaran. Tingkat kerapatan naungan minimal 40% sehingga semakin rapat semakin baik, sedangkan untuk masa panen dapat dilakukan setelah berumur 3 tahun (3 kali pertumbuhan).

1 komentar:

  1. Sekedar menginformasikan, bahwa tanaman yg anda ulas kali ini bukan suweg, tetapi porang. Suweg itu beda dg porang. Tanaman suweg & porang memiliki ciri ciri perbedaan sbg berikut:
    1. Pada daun nya tidak ada kataknya/bulbil nya, sedangkan porang ada kataknya.
    2. Batangnya jika diraba terasa ada bintil"nya, sedangkan batang porang halus.
    3. Umbi suweg putih, sedangkan porang kuning.
    4. Umbi suweg punya anakan tunas umbi, sedangkan porang tidak.

    BalasHapus